MAIGANews – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan arah kebijakan ekonomi dan fiskal negara pada Rapat Paripurna DPR ke-19 di Gedung DPR, Rabu (20/5). Rapat paripurna itu dalam rangka Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) RAPBN tahun anggaran 2027.
Dalam tayangan channel Youtube Sekretariat Negara, Presiden menyampaikan target Pendapatan Negara Tahun 2027 kisaran 11,82%-12,40% dari PDB. Sementara Belanja Negara Tahun 2027 rentang 13,62%-14,80% dari PDB dan Defisit Pembayaran 2027 kisaran 1,80%-2,40% dari PDB.
”Kita akan berjuang terus untuk menekan dan memperkecil defisit ini,” katanya.
Dia menyampaikan suku bunga Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun pada kisaran 6,5%-7,3%. Nilai tukar Rupiah (RP) terhadap mata uang dolar (US$) kisaran Rp16.800-Rp17.500 per saham.
Strategi fiskal dan moneter, kata Presiden, haruslah mampu menjaga nilai tukar Rupiah terhadap mata uang dunia. Inflasi akan dijaga kisaran 1,5%-3,5%. Pada sektor energi, katanya, perkiraan harga minyak mentah Indonesia rentang US$70-US$95 per barel.
Presiden melanjutkan lifting minyak bumi kisaran 602-615 ribu barel per hari dan lifting gas 934-977 ribu barel setara gas bumi per hari.
”Dengan strategi yang tepat, kebijakan fiskal yang prudent dan berkelanjuta, saya yakin ekonomi Idonesia dapat tumbuh 5,8%-6,5% menuju pertumbuhan ekonomi 8% pada 2029,” kata Presiden.
















