MAIGANews – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) meminta industri pertambangan menyerap lebih banyak tenaga kerja lokal dibandingkan asing. Hal itu mengemuka saat kunjungan kerja sejumlah anggota DPR ke Kendari, Sulawesi Tenggara, Rabu (15/4).
Mengutip Parlementaria, Kamis (16/4), Bambang Patijaya, Ketua Komisi XII DPR menyampaikan perihal serapan masyarakat lokal sebagai tenaga kerja. ”Tadi kami mendapat laporan rerata ada 70% masyarakat lokal, itu bagus,” katanya.
Selain itu, Dipo Nusantara, Anggota Komisi XII DPR menyampaikan perihal posisi tenaga kerja lokal di perusahaan tambang di Kendari.
”Tadi saya tanyakan ke beberapa perusahaan swasta berapa persen tenaga kerja lokal di sini. Mereka bilang kayak di perusahaan tadi 77%, lainnya tenaga kerja asing,” katanya.
Menurut dia, agar tenaga kerja lokal tidak sekadar pelengkap status di perusahaan. Selain itu, agar tidak terjadi ketimpangan antara angka eksploitasi cadangan nikel dan realitas infrastruktur di wilayah pertambangan.
”Saya harap masyarakat merasakan dampaknya. Jangan hanya tanahnya dikirim ke luar negeri, tapi di sini saya lihat pembangunannya tidak sebanding dengan yang mereka terima,” katanya.
















