MAIGANews – PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) membukukan kontrak baru senilai Rp4,72 triliun pada triwulan I 2026. Proyek non joint operation (non-JO) menyumbang Rp4 triliun dan JO Rp183 miliar dari total kontrak itu.
Rozi Sparta, Sekretaris Perusahaan ADHI menyampaikan realisasi kontrak baru lebih tinggi 131,5% dibandingkan triwulan I 2025.
”Ini mencerminkan kinerja perusahaan tetap solid serta konsisten menjaga tren pertumbuhan positif di awal tahun,” tulisnya dalam keterbukaan informasi, Rabu (22/4).
Bedasarkan sumber pendanaan, kontrak baru tersebut 76% dari proyek pemerintah. Lalu, pendanaan BUMN 22% dan sisanya swasta 2%.
Dari aspek lini bisnis, kontribusi terbanyak dari sektor engineering and constructio 95% dan sisanya properti, manufaktur, investasi, dan konsesi.
















