MAIGANews – Presiden Prabowo Subianto menyebut Indonesia memiliki badan pengelola investasi dengan aset kelola urutan ke enam di dunia saat ini. Prabowo menyampaikan hal itu saat peresmian operasionalisasi 1.061 unit Koperasi Desa Merah Putih, kemarin (16/5).
Dalam channel Youtube Sekretariat Presiden, Minggu (17/5), Presiden menyampaikan bahwa pemerintah mencatatkan capaian swasembada pangan, pinciptaan lapangan kerja, dan memiliki lembaga sovereign wealth fund (SWF) dengan mengelola aset US$1.000 miliar atau US$1 triliun.
”Baru dibentuk tahun 2025,” katanya.
Menurut Presiden, aset SWF atau Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara cukup besar di antara negara lain yang telah lama membentuk SWF. Dicontohkan, Abu Dhabi Investment Authority (ADIA) tahun 1976, China Investment Corporation (CIC) 1997, Norway Government Pension Fund Global (NGPFG) 1990.
Merujuk data SWF Institut, aset kelola BPI Danantara sebesar US$900 miliar, rangking tujuh dari 100 lembaga SWF di dunia.
Adapun 10 besar SWF dengan aset kelola terbesar antara lain;
- NGPFG US$2,04 triliun.
- SAFE Investment Company US$1,95 triliun.
- CIC US$1,07 triliun.
- ADIA US$1,12 triliun.
- Kuwait Investment Authority US$1,07 triliun.
- GIC Private Limited US$936 miliar.
- BPI Danantara US$900 miliar.
- Public Investment Authority US$900 miliar.
- Qatar Investment Authority US$600 miliar.
- Hong Kong Monetary Authority Investment Portfolio US$533,56 miliar.
















