JAKARTA – Cadangan devisa Indonesia terkoreksi 5,66% per Maret 2026 menjadi US$148,2 miliar dari Maret 2025 (year on year) US$157,1 miliar. Cadangan devisa pada Maret 2026 juga turun dari Februari 2026.
Mengutip siaran pers, Rabu (8/4), Ramdan Denny Prakoso menyampaikan cadangan devisa pada Maret 2026 turun 2.43% dari Februari 2026 sebesar USS151,9 miliar.
”Pengaruh dari penerbitan global bond dan penerimaan pajak dan jasa di tengah kondisi pembayaran utang luar negeri dan stabilisasi nilai tukar Rupiah,” katanya.
Menurut dia, kebijakan stabilisasi tersebut sebagai respons BI terhadap ketidakpastian pasar keuangan global yang meningkat.
Dia menyampaikan cadangan devisa setara pembiayaan 6,0 bulan impor atau 5,8 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Besaran cadangan itu di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.
”BI menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan,” katanya.
Di sisi lain, data BI mencatat cadangan devisa pada Februari 2025 sebesar US$154,5 miliar.
















