MAIGANews- Momentum Kesatuan Doa Nasional (MKDN) menjadi peneguhan peran dan partisipasi orang-orang Kristen dalam mengusahakan kesejahteraan Indonesia. Hal itu disimpulkan dari puncak pelaksanaan doa nasional yang telah berlangsung serentak dan berkesinambungan itu di Balai Sarbini Jakarta, Senin (17/8).
Darwin Darmawan, Sekretaris Umum Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) menekankan pentingnya doa sebagai cara untuk mengetahui keinginan Tuhan atas Bangsa Indonesia.
“Kita memerlukan doa. Melalui doa, kita akan memahami apa yang Tuhan inginkan bagi Indonesia,” katanya.
Menurut dia, Firman Tuhan dalam Kitab Yeremia 29:7 memerintahkan bahwa doa sebagai upaya meminta kepada Tuhan untuk kesejahteraan kota. Dalam konteks di Indonesia, maka pelaksanaan doa serentak sebagai cara meminta kesejahteraan atas Bangsa Indonesia.
Perehelatan MKDN merupakan kolaborasi dan kerja sama lembaga keumatan Kristen dan delapan gereja aras nasional di seluruh kota provinsi dan 620 lokasi di Indonesia. Tahun ini MKDN mengusung subtema; Kolektif, Sinergi, dan Bertumbuh untuk Kebangkitan Indonesia.
Dalam acara tersebut terlihat hadir sejumlah perwakilan pemimpin gereja aras dan lembaga keumatan antara lain, Tommy Lengkong, Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja dan Lembaga-Lembaga Injili Indonesia (PGLII) dan Antonius Nathan, Ketua Komisi Infokom PGLII.
Selain itu, Eddy Leo, Pembina Jaringan Doa Nasional (JDN), Aristarkus Tarigan dan Vesty Sarumaha, masing-masing sebagai Fasilitator Umum JDN dan Fasilitator Bidang Mobilisasi JDN.
Dalam acara itu, Ps. Sidney Mohede (JPCC Worship) hadir memimpin penyembahan melalui lagu Doa Kami. Lalu melibatkan tim worship yakni, IFGF Praise, GKII Worship Team, Paduan Suara Bala Keselamatan, Gekari Damai Sejahtera Worship Team, dan JDN Worship Team.
Sebelumnya, Antonius Nathan, Ketua Komisi Infokom PGLII menyampaikan bahwa doa deklarasi menjadi pilihan dalam momen kali ini. “Kita mendeklarasikan doa, bukan doa yang meminta-minta,” katanya.
Menurut dia, MKDN ini merupakan seruan bagi seluruh umat Tuhan untuk merendahkan diri, berdoa, dan mencari wajah Tuhan. Berbalik dari jalan-jalan yang jahat seperti tercantum dalam 2 Tawarikh 7:14.
Delapan aras gereja dalam MKDN antara lain; PGI, Konferensi Wali Gereja di Indonesia (KWI), dan PGLII. Lalu, Persekutuan Gereja Pentakosta di Indonesia (PGPI), Persekutuan Gereja Baptis Indonesia (PGBI), Gereja Ortodoks Indonesia (GOI), Bala Keselamatan, dan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK). Lembaga keumatan yang terlibat yakni, Full Gospel Business Men’s Fellowship International (FGBMFI) dan JDN.
















