PGEO targetkan PLTP LB beroperasi 2028

banner 120x600

MAIGANews – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) dan PT PLN (Persero) optimistis PLTP Lahendong Bottoming Unit 15 MW beroperasi tahun 2028. Hal itu seiring tercapainya kesepakatan tarif listrik dari proyek itu.

Mengutip keterbukaan informasi, Selasa (14/4), PGEO, PT PLN Indonesia Power Dan PLN telah manandatangani Berita Acara Kesepakatan Tarif di Bandung, Jawa Barat.

Ahmad Yani, Direktur Utama PGEO menyampaikan bahwa capaian tersebut langkah lanjutan bersama PLN IP mendukung percepatan transisi energi nasional berbasis energi bersih.

“Kami menyambut baik perkembangan proyek ini yang terus berjalan sesuai rencana,” katanya.

Dia menyampaikan pemanfaatan teknologi bottoming memungkinkan potensi energi panas bumi yang masih tersedia dari operasi pembangkit eksisting bermanfaat lebih optimal.

Melalui teknologi ini, katanya, panas sisa yang sebelumnya belum termanfaatkan kembali menjadi listrik. Hal ini akan meningkatkan efisiensi pembangkitan sekaligus memperkuat kontribusi panas bumi dalam bauran energi bersih nasional.

“Ke depan, kami siap melanjutkan proyek ini ke tahapan berikutnya agar manfaatnya dapat terasa oleh masyarakat, ujarnya.

Menurut dia, pengembangan proyek akan berlanjut ketahapan berikutnya. Meliputi pembentukan joint venture, pelaksanaan proses Engineering, Procurement, Construction, andCommissioning (EPCC). Selain itu, penyusunan Power Purchase Agreement (PPA).

Melalui tahapan tersebut, proyek ini ditargetkan dapat mencapai Commercial Operation Date (COD) pada tahun 2028.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *