Tensi geopolitik memanas, Pertamina kebut pengembangan EBT

banner 120x600

MAIGANews – PT Pertamina (Persero) mempercepat pengembangan energi baru terbarukan (EBT) mengantisipasi volatilitas pasokan dan harga energi dunia imbas ketegangan geopolitik global.

Mengutip siaran pers, Jumat (4/4), Muhammad Baron, Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) mengutarakan pengembangan EBT menuju ketahanan energi. Langkah itu, katanya, turut mendukung target Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) Pemerintah menuju masa depan yang berkelanjutan.

“Dinamika geopolitik global mempengaruhi stabilitas pasokan dan harga energi fossil,” katanya.

Pertamina, katanya, terus memperkuat bauran energi melalui pengembangan EBT sehingga meningkatkan independensi energi nasional. Selain itu, untuk menghasilkan energi yang lebih bersih bagi lingkungan.

Hingga tahun 2025, Pertamina memproduksi energi bersih hingga 8.743 Giga watt per jam (GWh). Energi bersih, seperti panas bumi, menjadi sumber energi bagi berbagai pembangkit berkapasitas terpasang 3.271 Mega Watt (MW).

Pembangkit tersebut antara lain, Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) sebesar 2,4 MW, Gas to Power dari Jawa Satu Power sebesar 1.760 MW. Gas to Power dari Pertamina Power Indonesia sebesar 12,9 MW. Dan, solar dari Pertamina Power Indonesia sebesar 55,3 MW, serta energi panas bumi sebesar 772,5 MW.

Selain itu, kepemilikan saham subholding Pertamina New & Renewable Energy pada perusahaan Filipina Citicore Renewable Energy Corporation (CREC) menghasilkan pembangkit listrik tenaga surya 669,3 MW.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *