MAIGANews – PT Bank Kasikorn Indonesia Tbk (BMAS) akan menggelar right issue maksimum 2,87 miliar saham bernominal Rp100. Rencana aksi korporasi ini akan menunggu persetujuan pemegang saham pada 27 Agustus 2026.
Mengutip prospektus singkat, Jumat (7/8), manajemen BMAS menyebutkan bahwa dana hasil dari rights issue untuk memperkuat modal guna meningkatkan distribusi kredit perusahaan. Jumlah saham yang akan diterbitkan kisaran 15,88% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perusahaan.
Per Juli 2026, emiten yang sebelumnya dikenal sebagai Bank Maspion Indonesia ini mencatatkan 18,01 miliar saham. Jumlah saham free float 1,90 miliar atau 10,52% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Penerima manfaat dari kepemilikan saham yakni, Tan Siew Lan, Nancy dengan porsi 86%.
Rencana rights issue akan dilaksanakan selambatnya setahun setelah mendapat persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) BMAS.
Sebelumnya, manajemen eksekutif BMAS menerima persetujuan secara simbolis dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), kemarin (4/8). Persetujuan simbolis itu disaksikan Anutin Charnvirakul, Perdana Menteri Thailand. Persetujuan perubahan nama perusahaan menjadi Bank Kasikorn Indonesia dari Bank Maspion Indonesia disahkan Kementerian Hukum pada 22 Mei 2026.
















