MAIGANews – Yasonna Hamonangan Laoly, mantan Menteri Hukum dan HAM menilai perlu kebijaksanaan menilai ucapan Yusuf Kalla, mantan Wakil Presiden terkait ajaran mati syahid dalam kekristenan.
Dia menyampaikan hal itu usai Seminar Dalam Rangka Paskah 2026: “Kristus Bangkit Membaharui Kemanusiaan Kita” di STT IKAT, Rempoa, Jakarta Selatan, Rabu (15/4).
Yasonna Laoly menyampaikan perlu respon yang tepat terkait ucapan Yusuf Kalla.
“Jangan langsung meresponnya (reaktif,red) seperti, kita ini kan seperti apa sedikit-sedikit, adukan, kalau begitu terus-terusan nanti (saling adukan,red). Kita saja dibuat orang itu ada apa-aoa sedikit, kita adukan. Kita justeru merefleksikan kasih. Jelaskan,” katanya.
Menurut dia, ucapan Yusuf Kalla dalam video itu bukanlah ucapan yang utuh, tapi hasil editan. Hal itu, katanya, setelah melihat potongan video singkat itu.
Meskipun terdapat kekeliruan ucapan terhadap ajaran Kristenan, orang-orang Kristen harus memberi contoh. Tidak perlu melakukan cara-cara yang lain, , tapi memberikan penjelasan.
“Itu bisa menjadi bumerang,” katanya.
Dia mengingatkan bahwa Yesus Kristus membawa ajaran kasih dan mengampuni, bahkan mengasihi musuh sekalipun.
Perayaan paskah kebangkitan Yesus Kristus, katanya, harus merefleksikan ajaran kasih dan mengampuni musuh.
Menurut anggota DPR dari PDI Perjuangan ini, perlu memberikan penjelasan kepada orang-orang yang keliru menyampaikan ucapan tentang ajaran Yesus.
















