Umum  

Rektor STT IKAT Jakarta: Perkuat standard pembelajaran berbasis OBE

Workshop STT IKAT Jakarta. Dok
banner 120x600

MAIGANews – Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta memperkuat kapasitas dosen dan standard mutu pendidikan via workshop yang berlangsung mulai Kamis-Jumat (17-18/11), Cisarua, Bogor. Dalam acara itu, hadir seluruh pimpinan dan dosen STT IKAT Jakarta.

Jimmy MR Lumintang, Rektor STT IKAT Jakarta menyampaikan workshop dirancang sebagai ruang penguatan kapasitas akademik dan profesional dosen agar selaras dengan kebijakan dan standard mutu pendidikan tinggi.

Acara itu mengangkat tema, “Penguatan Kapasitas Dosen untuk Pendidikan yang Relevan, Inklusif, dan Berdampak Melalui Transformasi Pembelajaran Berbasis OBE (Outcome-Based Education).”

Menurut Lumintang, dosen teologi mengemban tanggung jawab ganda. Pertama, menghadirkan pendidikan yang berakar pada nilai teologis, pembentukan karakter, dan pelayanan. Kedua, memenuhi tuntutan sebagai bagian dari sistem pendidikan tinggi nasional, meliputi profesionalisme, pelaksanaan Tridarma, pengembangan kompetensi, dan penjaminan mutu.

Pelaksanaan workshop, katanya, tidak sekadar mengejar kelengkapan dokumen. “Implementasi OBE, penyusunan RPS, proses pembelajaran, dan asesmen harus benar-benar terhubung dengan capaian yang diharapkan dari mahasiswa. OBE tidak cukup terlihat di dalam dokumen, tetapi harus hidup dalam praktik pembelajaran,” katanya.

Dalam acara itu hadir dua narasumber eksternal yakni, Weldemina Yudit Tiwery, Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Kementerian Agama dan Markus Oci, Asesor Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan/Lembaga Akreditasi Mandiri Keagamaan (Lamdik/Lamgama).

Menurut Lumintang, kehadiran dua narasumber eksternal itu bagian dari kontrol dan pembinaan agar implementasi regulasi di perguruan tinggi berjalan selaras dan akuntabel. Hasil workshop diharapkan akan terimplementasikan saat kembali ke kampus.

“Apa yang dipelajari hendaknya terlihat dalam perbaikan RPS, kualitas pembelajaran, pelaksanaan Tridarma, dan budaya mutu di STT IKAT. Seluruh regulasi dan sistem penjaminan mutu pada akhirnya bermuara pada satu hal, yaitu menghadirkan proses pendidikan yang semakin baik dan bertanggung jawab bagi mahasiswa,” katanya.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *